Kabar Utama

𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐢𝐛𝐚 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐚𝐟𝐚𝐚𝐭 𝐑𝐚𝐬𝐮𝐥𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡

144 Views

MaliqNews.com | Aceh Timur – cerita dari fudlail bin ‘lyadl, dari sufyan ats-tsaur, katanya: “aku berangkat menunaikan ibadah haji, lalu aku bertemu seorang pria/pemuda di masjidil haram/di makkah yang selalu bershalawat dalam keadaan ihram, baik ketika thawaf mengitari ka’bah, ataupun ketika di arafah dan di mina.

lalu aku menegurnya: “hai pemuda, setiap tempat itu mempunyai bacaan yang harus diucapkan, kenapa anda tidak sibuk shalat dan berdo’a, bahkan yang dibaca hanya shalawat nabi saja?

jawabnya: “aku benar-benar punya kisah tersendiri, begini kisahnya: “aku berangkat menunaikan ibadah hajji dari negeri khurasan ke makkah ini bersama-sama dengan ayahku… sesampainya di kufah ayah sakit dan langsung wafat, lalu kututup wajah jenazahnya dengan kain sarung.

kemudian tidak lama sesudah itu kubuka wajahnya, tiba-tiba berubahlah bentuknya seperti keledai, akupun merasa sedih tiada terduga.

dan akupun berkata sendiri: “cara apakah yang harus kutempuh/minta minta bantuan orang-orang yang mengurus jenazahnya, sedangkan bentuknya sudah berubah seperti keledai/himar?

alkisah, akupun mengantuk/tertidur, sejenak, di dalam tidur seolah-olah ada seorang pemuda tampan parasnya, ia pakai tutup muka.

lalu dibukalah tutup mukanya, sahutnya kepadaku: “kenapa engkau kelihatan sedih sekali? jawabku: “ya aku sangat sedih dengan cobaan/kejadian seperti ini”.

lalu lapun mendekati jenazah ayahku dan mengusap wajahnya, langsung sembuh ibarat orang hidup yang tengah sakit, wajah ayahku pulih seperti asalnya bahkan seperti bulan baru terbit di bulan purnama.

Akupun bertanya: “siapakah sebenarnya tuan ini? jawabnya: “aku nabi muhammad al-mushtafa, dan segeralah aku memegang ujung selempangnya/kain selendang dan berkata: “demi kebenaran/hak allah, sudilah kiranya tuan mengisahkan keadaan ayahku ini, kemudian beliau bercerita

“ayahmu adalah orang yang suka makan harta riba, dan telah digariskan oleh allah diantaranya orang yang suka menyantap harta riba, bentuknya di rubah seperti himar, baik di dunia maupun di akherat dan secara beruntung ayahmu dirubah menjadi himar di dunia.

Adalah ayahmu yang suka bershalawat kepadaku 100x setiap malam menjelang tidur. dan ketika diperlihatkan kepadanya tentang peristiwa ini, maka seorang malaikat yang ditugasi menunjuk amal-amal umatku, ia datang mengabarkan kepadaku, dan selanjutnya akupun mohon kepada allah swt. akhirnya ia memperkenankan aku memberi syafaat kepadanya” (tamat kisahnya).

nabi saw. bersabda:

البخيل من ذكرت عنده فلم يصل علي ( مشاري )

artinya:

“yang disebut kikir yaitu orang yang enggan bershalawat kepadaku, sewaktu namaku disebut-sebut disisinya (masyarik)”.

nabi saw. bersabda:

من صلى علي مرة لم يبق من ذنوبه

artinya:

“siapa bershalawat kepadaku 1x saja, maka tiada tersisa dosanya sekalipun sekecil debu yang beterbangan”

cukup banyaklah kisah-kisah dan hadits-hadits yang berkaitan dengan shalawat, untuk itu sengaja kami menyingkatnya supaya tidak terlalu panjang.

ahmad, ibnu abi syaibah, nasai dan ibnu hiban telah meriwayatkan dalam kitab-kitab shaheh mereka berpijak dari hadits yang dikutip dari majd al-lughawi, dari anas ra, rasul saw. bersabda:

من صلى على صلاة صلى الله تعالى عليه عشصلوات وحطت عنه عشر خطيئات ورفعت له عشر درجات. (کنان المصابيح )

artinya:

“siapa bershalawat kepadaku 1x, maka allah juga membalasnya dengan 10x shalawat, dan dihapus darinya 10 kesalahan, serta ditinggikan derajatnya 10 tingkat (demikian dalam kitab mashabih).

Sumber : DURRATUN NASIHIN
penulis : M ZUBIR MNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.