Agama

Kalam Hikmah Sufi

140 Views

MaliqNews.Com | Al-maahiru bi ’l-Qur’ani ma`a ’s-safarati ’l-kiraam al-barara. Orang yang pandai membaca al-Qur’an, karena suara dan tajwidnya baik, ia juga menjaga ahkaam Qur’an Suci, ia akan membacanya bersama malaikat, malaikat akan bersama mereka.

Oleh sebab itu sekarang, sayangnya, ketika kalian bangun tidur, apa yang kalian lakukan? Kalian minum kopi dan membaca koran, bukankah begitu? Kebanyakan begitu, tetapi tidak setiap orang.

Di negeri-negeri Arab, atau Inggris, atau Cina atau Jepang, Perancis, Italia atau Meksiko. Yang pertama dilakukan orang adalah yalhuuq, mereka mengganggu kalian dengan sampah berita-berita yang mereka masukkan ke dalam koran. Jadi, apa yang kalian baca bukannya bersama malaikat, karena ketika kalian membaca al-Qur’an, kalian membaca Kalamullah. Koran adalah kata-kata Setan.

Ketika kalian membaca al-Qur’an kalian membaca Kalamullah, dan ketika kalian membaca kitab-kitab ulama, itu adalah kata-kata ulama, walaupun mereka mengutip dari Qur’an dan Hadits; ya Qur’an adalah Kalamullah dan Hadits adalah kata-kata Nabi (saw), tetapi penjelasan lainnya adalah kata-kata para ulama itu.

Ketika kalian membaca Qur’an Suci, tidak ada campuran apa-apa di sana, tidak seperti sup, itu adalah Kalamullah secara langsung.

Jadi orang-orang yang pandai itu membaca dan para malaikat juga membaca bersama mereka dengan cara yang sempurna. Jadi apa yang dilakukan oleh orang yang tidak bisa membaca al-Qur’an? Ada banyak mualaf dan juga banyak Muslim yang bahasa aslinya bukan bahasa Arab, apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka akan disingkirkan dari pahala? Tidak.

*Yang Allah (swt) inginkan dari kalian adalah niat kalian.  Allah ingin melihat bahwa kalian mempunyai niat,* itulah sebabnya Nabi (saw) bersabda,

إنما الأعمال بالنيات

Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.

Innama li kulli imrin ma nawaa, setiap amal yang ingin kalian lakukan dengan niat, para Awliya dapat mengangkat kalian lebih tinggi bahkan jika kalian tidak dapat melakukannya.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.