Agama

KESELAMATAN ATAU KEBEBASAN – Ringkasan Ajaran Buddha

86 Views

MaliqNews.com – Konsep ini penting diperhatikan karena salah sebuah ajaran yang terpenting dari agama adalah tentang keselamatan atau kebebasan.
Keselamatan atau kebebasan merupakan tujuan dari semua agama.
Ada agama yang menjanjikan keselamatan bagi pengikutnya yang akan didapatnya setelah berbuat kebaikan selama hidupnya dan bila pengikut itu meninggal dunia maka di akhirat ia akan mendapat pahalanya hidup di alam surga untuk selama-lamanya dan menikmati kebahagiaan yang tiada taranya.
Tetapi bila orang melakukan perbuatan-perbuatan yang salah, buruk dan tidak terpuji, maka sesudah ia meninggal dunia maka orang tersebut akan mendapat ganjaran yang menyedihkan di dalam neraka.
Demikianlah ajaran yang umum diketahui oleh masyarakat termasuk umat Buddha.

Menurut pandangan agama Buddha pandangan yang menyatakan keselamatan yang dapat dinikmati setelah kematian adalah suatu pandangan yang spekulatif.
Keselamatan menurut pandangan agama Buddha harus didasarkan pada akal dan pengalaman, seperti apa yang dikatakan oleh G.P. Malalasekera bahwa :

“Agama Buddha adalah ajaran empiris dan antimetafisika, dan tidak dapat menerima sesuatu yang tak dapat dialami oleh akal atau pancaindera”.

Keselamatan atau kebebasan dapat dicapai dalam masa kehidupan kita sebagai manusia, dan kebebasan ini pun diketahui oleh orang yang bersangkutan pula, seperti apa yang disabdakan oleh Sang Buddha dalam Parinibbana Sutta :

Mengenai Bhikkhu Salba, O, Ananda, dengan melenyapkan kekotoran-kekotoran batinnya selama hidupnya itu, maka ia telah memperoleh kebebasan batiniah dari noda, telah mendapatkan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan hal itu telah dipahami dan disadarinya sendiri.

Untuk mencapai kebebasan atau keselamatan, Sang Buddha telah menunjukkan jalan yang dapat dilaksanakan oleh setiap orang.
Dengan mengikuti jalan yang telah ditunjukkan ini kita dapat mencapai kesucian pada kehidupan sekarang ini juga, seperti apa yang diuraikan Beliau dalam Satipatthana Sutta, Digha Nikaya dan Majjhima Nikaya sebagai berikut :

Para bhikkhu, ini adalah satu-satunya jalan ;
• untuk mensucikan mahluk-mahluk ,
• untuk mengatasi penderitaan duka nestapa ,
• untuk menghancurkan kesusahan dan kesedihan ,
• untuk mencapai jalan kebenaran ,
• untuk mencapai Nibbana (nirvana) ,
~ jalan itu adalah Empat Perkembangan Perhatian ……….

Para bhikkhu, bilamana seseorang melaksanakan dengan sungguh-sungguh Empat Perkembangan Perhatian seperti ini selama tujuh tahun, maka salah sebuah dari dua hasil yang dapat dicapainya Pengetahuan (Kesuciannya) pada kehidupan sekarang ini, atau jika masih ada bentuk ikatan tertentu ia mencapai tingkat kesucian Anagami.

[Bila ada yang mau mempelajari Empat Perkembangan Perhatian, dan melaksanakannya dapat melihat langsung pada Satipatthana Sutta atau dalam Visuddhi Magga]
(The Path of Purification).
Empat Perkembangan Perhatian ini merupakan dasar dari meditasi Vipassana, didasarkan pada ;
• segala sesuatu yang bersyarat adalah tidak kekal (anicca) ,
• segala sesuatu yang bersyarat adalah tidak menyenangkan (dukkha) , dan
• segala sesuatu yang bersyarat maupun tidak bersyarat adalah tanpa aku atau jiwa yang kekal (anatta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *