Agama

Melihat Jejak Mesjid Bersejarah Tgk Di Pucok Krueng Beuracan, Dibangun Masa Sultan Iskandar Muda

95 Views

MaliqNews.Com | Meureudu – Pada hari Selasa,Tanggal 19/04/2022 Jam 20:15 wib. Teungku Muhammad Ismail mengundang salah satu awak media maliqnews.com.kerumahnya untuk berbuka puasa bersama,salah satu awak media maliqnews.com yang lagi pergi kerumah kakak yang ada dikampung Beuracan tersebut.

“Teungku Muhammad Ismail Lahiran beliau tahun 1953 menceritkan tentang Sejarah yang beliau tahu,kepada awak media maliqnews.com,Tentang asal usulnya Mesjid tersebut.dan tentang sejarah darimana bisa disebutkan kampung Meureudu,yang kini sudah jadi Kecamatan.”terangnya Teungku Muhammad Ismail,kepada media maliqnews.com.

Warga dari pelintas ruas jalan Banda Aceh-Medan melihat secara langsung kondisi mesjid bersejarah Tgk Di Pucok Krueng Beuracan, Kecamatan Meureudu Pidie Jaya,

“Mentari begitu menyengat ubun-ubun. Namun Selasa 19/4/2022 siang atau persisnya di hari ke 17 Ramadhan 1443 H, puluhan warga tak menyurutkan niat untuk menunaikan sholat Dhuhur secara berjamaah di masjid bersejarah Tgk Di Pucok Krueng, Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Mesjid ini sebagai salah satu Cagar budaya yang berada di negeri berjuluk Japakeh berada dipinggiran ruas jalan Banda Aceh-Medan dengan bentuk empat persegi ini dengan mudah ditemukan. 

Berdiri kokoh di bantaran sungai Krueng Beuracan, Meureudu, inilah Mesjid Tgk Di Pucok Krueng dengan arsitek klasik yang masih membungkus dan terus terpelihara sampai saat ini oleh masyarakat dan pemerintah Pijay.”ucapnya lagi Teungku Muhammad Ismail kepada media maliqnews.com,

Jejak rekam sejarah Mesjid tua ini, dibangun oleh Teungku Abdussalam ada juga yang menyebutkan Abdussalim yang kerap dikenal dengan Teungku Chik Di Pucok Krueng.

Nama Teungku Chik Di Pucok Krueng inilah yang kemudian ditambalkan pada mesjid tertua di Meureudu.

Dari penuturan ketua panitia pembangunan, Teungku Muhammad Ismail kepada media maliqnews.com, Selasa (19/4/2022) bahwa mesjid Cagar Budaya ini.Mesjid Teungku Chik Di Pucok Krueng,didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607 M-1636 M atau kini telah berusia 386 tahun.”Sambungnya,

“Kala itu di Pidie Jaya dibangun tiga mesjid, yaitu Mesjid Beuracan, Mesjid Kuta Batee dan Mesjid Madinah di Kecamatan Meurah Dua yang merupakan pecahan dari kecamatan Meureudu,” jelasnya. 

Dalam catatan,Mesjid Teungku Chik Di Pucok Kreung awalnya merupakan mesjid satu-satunya selain digunakan warga Beuracan juga digunakan oleh warga di tiga kemukiman,Ulim,Pangwa,dan Beuriwueh.”urainya Teungku Muhammad Ismail,kepada media maliqnews.com,

Selain itu juga, di Mesjid ini juga terdapat satu guci yang dikeramatkan oleh banyak warga.

Tak heran, banyak warga sekitar dan bahkan dari luar daerah ‘Meu Kaoi’ atau bernazar mengambil air tersebut sebagai penawar segala penyakit.

 

Namun, jangan lupa sedikit maklumat atau warning (Peringatan) larangan mengambil air di guci tersebut bagi kaum wanita yang sedang berhalangan.
larangan itu bisa dibaca dengan jelas pada tulisan yang dipajangkan didepan Mesjid.terangnya Teungku Muhammad Ismail kepada media maliqnews.com.

“Jika guci keramat ini didekati oleh kaum hawa yang sedang berhalangan/datang bulan, maka pada malam hari bangkai tikus akan mengapung dalam air guci.” jelasnya Teungku Muhammad Ismail,

Sejak,  1947 tempo dulu, mesjid ini direhab dengan memperindah bangunan tanpa mengubah bentuk semula, hanya menambah dinding bagian belakang sisi barat.

Kemudian pada tahun 1990 dipugar kembali oleh Muskala Kanwil Depdikbud Provinsi Daerah Istimewa (DI) Aceh dengan penambahan dinding seluruh bagian mesjid dan mengganti tiang-tiang serta atap yang rusak akibat dimakan usia.”ucapnya lagi,

“Pendiri Mesjid Tgk Di Pucok Krueng, Tgk Abdussalim, merupakan seorang yang ahli dalam bidang pertanian dengan sebutan Poh Roh alias Peugout Blang cetak sawah baru.

Di masanya,Tgk Di Pucok Kreung ini mampu merintis sebanyak 25 yok.1 Yok sama dengan 1 hektare areal persawahan yang dijadikan sebagai aset milik pengelola masjid atau lazim disebut Tanoh Meusara (Waqaf).yang dikelola untuk kemakmuran Mesjid,
usaha perluasan areal persawahan terus dirintis bersama masyarakat setempat.”terangnya lagi Teungku Muhammad Ismail kepada media maliqnews.com,

Sehingga membuat Sultan Iskandar Muda sempat tercengang melihat terobosan Tgk Di Pucok Krueng yang membuka lahan baru di Gunung Raweu, yang terletak antara Kecamatan Meureudue, Pidie Jaya dengan  Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie.

“Kala itu, Sultan Iskandar Muda penasaran karena seluruh bala tentara yang dipimpin Panglima Malem Dagang dan Tgk Japakeh sudah berkumpul untuk memerangi kerajaan Johor, Malaysia.”tegasnya Muhammad Ismail keawak media maliqnews.com.saat berbuka bersama dirumah kediamannya,

Tapi Tgk Di Pucok Krueng tak berada di tempat.sehingga Sultan Iskandar Muda dengan mengendarai Gajah Putih mengirim utusan untuk menjemput Tgk Abdussalam. 

Namun, gajah putih tersebut tak mau bergerak dan memberi isyarat dengan mengangkat belalai sebagai tanda istirahat.
Gajah putih itu istirahat di Gampong Bie, Kecamatan Meurah Dua.”ucapnya,

Nama Meurah Dua ini ditambalkan dari dua gajah rombongan Sultan Iskandar Muda yang duduk menanti kepulangan Tgk Di Pucok Krueng.
demikian juga nama Meureudu diambil dari nama Meurah Dua artinya gajah duduk.”urainya Teungku Muhammad Ismail.

“Sementara itu, menurut cerita kalangan Ulee Balang Seulimuem, Aceh Besar, Teuku Bustaman, adik HT Johan mantan wakil Gubernur Aceh yang diceritakan kepada Tgk M Usman.”katanya Teungku Muhammad Ismail kepada media maliqnews.com,

Bahwa guci di Mesjid Bubu (Sekarang masjid Guci Rempong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie) yang dibangun Tgk Chik Di Pasi merupakan hadiah dari kerajaan Cina. Pada sisi guci itu terdapat tulisan naga.

Karena dalam Islam melarang gambar sehingga dikikis dan digantikan dengan khat Al-Quran.

Hingga saat ini, makam Tgk Di
Pucok Krueng belum diketahui secara persis. Meski tiga kuburan di kaki Pucok Krueng, Meureudu sudah dipastikan bukanlah beliau.”terangnya Teungku Muhammad Ismail,

Sebab menurut cerita turun temurun, Tgk Abdussalam saat itu menghilang ke arah barat tanpa kembali.”pungkasnya Tengku Muhammad Ismail kepada awak media maliqnews.com,saat diundang kerumahnya berbuka puasa bersama.

Penulis (ALDI) MNC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.