Investigasi

Pakai Bon faktur – Kwitansi ‘Bodong’ untuk Lelabui dan Bebani APBK Singkil 2020 di Dinas Perhubungan Aceh Singkil

98 Views

Singkil, Maliqnews.com (12/10/21) – Kelebihan pembayaran belanja bahan bakar minyak sebesar Rp.91.225.650,00 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil, dari data penelusuran didinas perhubungan menunjukkan bahwa belanja BBM sebesar Rp.169.217.250,00 dicairkan melalui SP2D nomor 0013/2.09.01.01/melalui mekanisme GU./SP2D/2020 tanggal 1 April 2020.

Ditemukannya Bukti pertanggungjawaban berupa tanda penerima dan kwitansi/faktur dengan stempel SPBU Singkil. Hasil konpirmasi kepada Spbu singkil menunjukkan bahwa bukti kwitansi bukan merupakan bukti Asli dari SPBU Singkil, hasil perhitungan manual atas rincian dalam kwitansi terdapat perbedaan dan stempel SPBU, bukan merupakan stempel resmi yang dimiliki spbu Singkil, bukti tersebut diduga ‘Bodong’ untuk membebani Anggaran Daerah untuk mengelabui auditor BPKP Aceh.

Wakil Ketua PJID.Nusantara Aceh Singkil-Subulussalam Syahbudin Padang menyesalkan banyaknya dugaan bukti kwitansi bon faktur Bodong untuk mengelabui masyarakat dan para auditor dalam melakukan investigasinya. Kita menduga adanya niat, pelaku untuk berbuat penyimpangan dalam mengelola anggaran dinas terkait. Demikian ungkap Budin saat dimintai pendapatnya perihal banyaknya dugaan bukti pembayaran ‘Bodong’ di pemerintah dan instansi Aceh Singkil.

Terjadi juga kelebihan belanja jasa service sebesar Rp.36.750.000,0. Pada Dinas Perhubungan, berdasarkan reviu dokumen, kompirmasi dan wawancara dengan pihak terkait atas realisasi belanja jasa service pada dinas perhubungan, diketahui belanja jasa service sebesar Rp.36.750.000,00 tidak dipertanggungjawabkan dengan bukti pembelian sebenarnya. Hal ini sebagaimana hasil LHP LKPD BPK Ta.2020 Aceh Singkil dalam uraiannya.

Masyarakat Singkil berharap agar pejabat yang selalu membebani APBK Singkil, dengan mencoba mengelabui auditor /tim pemeriksa diproses secara hukum, seperti memalsukan bukti pembayaran, bon faktur dan SPPD ‘Bodong’. Menyangkut Dinas perhubungan yang semakin dirasakan masyarakat Aceh Singkil.

Anton Tinendung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *