Pojok Terakhir

Ragam Macam Program GMRI Untuk Membangun Gerakan Kebangkitan Kesadaran Spiritual Bangsa Indonesia

70 Views

MaliqNeews.com | Setelah merasa cukup melakukan silaturrachmi pada sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga serta ormas kemasyarakatan dan keagamaan, GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia yang dikomando langsung oleh Eko Sriyanto Galgendu tinggal melanjutkan acara safari ke berbagai daerah untuk menyambangi kelompok relawan GMRI yang berada di berbagai tempat dengan acara pokok membangun gerakan kebangkitan kesadaran spuritual segenap anak bangsa untuk menghantar bangsa Indonesia kembali menggamit masa kejayaan yang gemilang hingga tak cuma menjadi pusat peradaban dunia, tapi juga mampu menjadi motor penggerak kebangkitan kesadaran spiritual bangsa-bangsa di dunia untuk segera membangun tatanan peradaban baru yang berpijak pada fitrah kemanusiaan sebagai khalifah — wakil Tuhan — dimuka bumi.

Tuntunan agama langit yang dijadikan pegangan utama yang taat pada sunnatullah dan yakin bahwa rachmatan lil alamin sebagai pedoman untuk kebersamaan bagi semua orsng dalam upaya membangun tatanan harmoni dengan segenap kasih dan sayang sebagai essensi dari rachmat dan rachim yang berpusat pada keyakinan segenap warga bangsa Indonesia dalam konsepsi Ketuhanan Yang Esa seperti yang menjadi sila pertama dari Pancasilan. Adapun makna dari Pancasila itu sendiri adalah pandangan hidup sekaligus menjadi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Serangkaian silaturrachmi dan upaya mendengar pendapat dari sejumlah tokoh serta kalangan akademisi maupun pemimpin agama di Indonesia telah dilakukan GMRI dengan silaturrachmi kepada Letnan Jendral Purn. TNI AD Kiki Syahnakri, Ketua Umum PPAD (Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat), juga bertandang ke MUI (Majlis Ulama Indonesia) hingga berkenan diterima oleh Sekretaris Jendral MUI, Dr. Amirsyah Tambunan. Lalu kerjasama dengan Polri membangun penyulingan air bersih (sebagai pilot projek) yang ingin diwujudkan melalui seluruh Polres yang ada di Indonesia. Kecuali itu, GMRI telah memfasilitasi Rumah Makan berjalan sebanyak tiga unit untuk kelompok Emak-emak dari Kelurahan Kartini Jakarta Pusat.

Sedangkan acar silarurrachmi dan dialog telah dilakukan dengan Ketua Umum PPAD dan MUI serta Emak-emak yang difasilitasi Forum Ummat Islam hingga sepakat untuk segera membangkitkan kesadaran spiritual bangsa Indonesia agar dapat nenjadi benteng pertahanan serta ketahanan warga bangsa Indonesia menghadapi benturan peradaban besar bangsa-bangsa di dunia yang paling dominan serta saling menggesek serta menekan antara yang satu dengan pihak yang lainnya.

Silaturrachmi GMRI pun terus berlanjut dengan berkunjung dan berdialog dengan Sultan Saladin dari Keraton Kanoman Cirebon. Kemudian terus berlanjut dengan Guru Besar Lemhannas, Mayjen Rido Hermawan, lalu bersama Banthe Dammasubho pemimpin agama Buddha di Jakarta Selatan serta Kardinal Ignatius Suharyo, Pemimpin Ummat Katholik di seluruh Indonesia yang berkedudukan di Kathedral Jakarta Pusat.

Kacuali itu, sebelumnya GMRI telah melakukan semacam tawwassul ke makam para keluhur, mulai dari ujung Barat Pulau Jawa — Sultan Banten, Prabu Siliwangi dan Sunan Gunung Jati hingga Jawa Tengah ke Makam Mangkunegoro VI (di tengah kota Solo) serta ke makam luluhur Raja Mataram, Panembahan Senopati (di Kota Gede) hingga dialob bersama Paran Soko Guru di Gunung Pati Semarang.

Meski begitu, kata Eko Sriyanto Galgendu, GMRI masih perlu berkunjung ke sejumlah tokoh lainnya agar bisa memberi masukan lebih lrngkap serta dukungan untuk kelancaran dalam program konsolidasi dan sosialisasi yang akan terus berlanjut ke berbagai daerah, setelah Jawa, Bali hingga Lombok.

Setelah itu, GMRI pun akan segera mengarahkan safari keliling ke Sumatra — mulai dari Lampung hingga Banda Aceh san Sabang. Tentu saja, setelah itu akan menyusul kemudian Kalimantan dan Sulawesi.

Dalam ragam macam program GMRI untuk membangun kebangkitan kesadaran spiritual bangsa Indonesia memang diperlukan langkah strategis, taktis dan teknis. Diantaranya seminar, diskusi, workhop hingga penerbitan dan memiliki media online sendiri. Kendati upaya untuk melakukan percepatan dari pemberdayaan itu ajan sangat tergantung pada jaringan serta mitra yang ada di seluruh Indonesia melalui sinergi bersama media online yang ada. Sebab pola dan model dari upaya pengembangan jaringan itu tetap akan diupayakan melalui cara tatap muka. Karena, segenap relawan yang ada di daerah — baik yang telah tumbuh maupun yang baru ingin dikembangkan, dapat segera mengajukan jadual pertemuan atau acara penyadaran melalui hp :
Bunda Wati :
08161384552
Ustad Bagus : 08815365645
Darmo : 081213440675
Jacob Ereste :
082111745533 atau whatsapp : 081323073701.

 

Banten, 13 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *