Kabar Utama

SK DPC PPP Kabupaten Banyuwangi Terancam Di Bajak Oknum Tertentu, Forum Silaturahmi PAC PPP Se Kabupaten Banyuwangi Sambangi DPP PPP Di Jakarta

105 Views

Jakarta-Terkait SK DPC PPP Kabupaten Banyuwangi, Zainul Arifin, Ketua Forum Silaturahmi PAC PPP Se Kabupaten Banyuwangi Sambangi DPP PPP Di Jakarta Sampaikan Aspirasi. 15/03/2022. Turut hadir dalam Forum Silaturahmi PAC PPP Se Kabupaten Banyuwangi Sambangi DPP PPP Di Jakarta antara lain ; Zainul Arifin PAC Wongsorejo, Formatur Dapi1. H.Lailiy syafaat SHI, Ketua Panitia Muscab. Burhanuddin PAC Gambiran, M. Yusuf MM DPC Demisioner. Hj Siti Nahdiyah, Ketua WPP (Wanita Persatuan Pembangunan BWI. Gus Mahmud, MM DPC Demisioner. 

Forum Silaturahmi PAC PPP Se Kabupaten Banyuwangi di terima oleh Ermalina Wakil Ketua Umum dan Iddy Muzayyad, MSi Wakil Sekretaris Jenderal PPP Partai Persatuan Pembangunan yang juga mantan Ketua Umum IPNU. 

Forum Silaturahmi PAC PPP Se Kabupaten Banyuwangi Sambangi DPP PPP Di Jakarta di latarbelakangi oleh Polemik antar sesama kader, memuncak pada forum Musyawarah Cabang (Muscab) IX PPP Banyuwangi yang digelar di Pondok Pesantran (Ponpes) Ihya’ Ulumuddin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Minggu (12/12). Tepatnya pada saat pemilihan calon formatur dari unsur DPC.

Awalnya, Muscab IX PPP Banyuwangi berjalan lancar. Sejumlah tokoh, di antaranya Bupati Ipuk Fiestiandani, unsur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim hadir langsung dalam forum tersebut. Namun, riak-riak ketegangan mulai muncul sebelum kegiatan kali ini memasuki sidang pleno pertama. Hal itu dipicu, permasalahan kepengurusan sejumlah pimpinan anak cabang (PAC) PPP di Banyuwangi.

Untuk menengahi permasalahan, pihak DPW turun tangan melakukan mediasi. Para pengurus PAC yang ”bersengketa”, yakni PAC Giri, Licin, Blimbingsari, Kabat, dan Tegalsari dipanggil. Hasil mediasi, dari lima PAC yang bersengketa, empat PAC diputuskan memiliki hak suara pada sidang pleno, sedangkan PAC Tegalsari tidak mendapat hak suara. Artinya, dari 25 PAC, ada satu PAC yang di- tidak dapat mengikuti sidang pleno.

Usai mediasi, Muscab dilanjutkan dengan sidang pleno pertama membahas jadwal dan tata tertib. Selanjutnya, rapat pleno kedua membahas program perjuangan partai dan rekomendasi dan pleno ketiga dengan agenda laporan pertanggungjawaban DPC PPP Banyuwangi periode 2016–2021. 

Basir Khadim dan pendukungnya walk out dari lokasi Muscab dan memilih berkirim surat ke DPP dan DPW. Muscab PPP tetap dilanjutkan dengan agenda sidang pleno keempat untuk pemilihan formatur. Dalam pemilihan formatur ini, ada 18 PAC yang hadir (setelah sebagian di antaranya walk out), meskipun tiga di antaranya hanya menyisakan sekretaris di lokasi sidang. Selain itu, DPC PPP Banyuwangi juga mendapat ”jatah” satu suara. https://radarbanyuwangi.jawapos.com/politik-pemerintahan/16/12/2021/muscab-ppp-banyuwangi-diwarnai-aksi-walk-out

Sementara itu, Muscab juga memilih empat formatur dari PAC-PAC PPP se-Banyuwangi. Sama halnya dengan pemilihan formatur dari unsur DPC, PAC-PAC juga menentukan empat formatur secara mufakat. Formatur dari PAC di Daerah Pemilihan (Dapil) I adalah Zainul Arifin, Dapil II Khairuddin, Dapil III Hasan Syafi’I, Dapil V Sulistiani. ”

lima formatur dari unsur DPC dan PAC, ada formatur lain dari unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yakni Lukman Yani dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim, Raden Panji Mujahid Ansori. ”Formatur tersebut diberi kesempatan oleh AD/ART untuk membentuk kepengurusan DPC secara lengkap, baik pengurus harian maupun majelis-majelis selama 20 hari,”.

Sementara itu kegiatan Silaturahmi PAC PPP Se Kabupaten Banyuwangi sampai saat sekarang masih berada di Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.