Peristiwa

Tabrak Lari di Jalinsum Aceh – Pakpak Bharat, Kaki Korban Tergilas dan Akhirnya Meregang Nyawa

197 Views

Maliqnews.com | Jaswaidan diduga korban tabrak lari didusun Nantomal Kabupaten Pakpak Bharat yang merupakan warga Sianjo Anjo Aceh singkil, akhirnya meninggal di Puskesmas Sibande Kecamatan Sitellutali Urang Jehe Pakpak Bharat diduga akibat kehabisan darah sekira pukul 18.30 WIB meregang nyawa.

Demikian disampaikan Suryani Berutu salah satu perawat di Puskesmas Sibande saat dimintai keterangannya (5/10/21).

Korban tabrak lari ini, sempat meminta tolong berulang kali kewarga, para sopir, dan para penumpang yang sedang menontoninya dijalan lintas Aceh Sumateta ini, namun tak satupun warga mau menolong korban yang kakinya hancur tergilas terebut.

Beberapa keterangan warga menduga yang melakukan tabrak lari ini adalah pengemudi truk tangki berwarna orange. Lebih satu jam korban tabrak lari tergeletak di Aspal Jalinsum Aceh.

Akhirnya salah seorang warga Subulussalam berinisial Darnis Chaniago membagikan lokasi kejadian ke Pos Lantas Nanjombal dan Perbatasan Aceh-Sumut perihal lokasi kejadian kecelakaan tabrak lari tetsebut.

Sekira pukul 16.25 wib, Ambulan dan Polisi Lalu Lintas Pakpak Bharat datang ke lokasi dan mengangkat korban yang sempat kehabisan darah. Terlihat reaksi kepeduliaan anggota Polres Pakpak Bharat dan para medisnya langsung mengangkat korban ke Mobil Ambulance melarikannya ke Puskesmas tetdekat.

Jaswaidan korban yang terlihat pada tempat kejadian perkara, kaki hancur tergilas, barang dagangannya beberapa ekor Ayam yang dibungkus balutan Goni, terlihat darah mengucur dilokasi kejadian, along along yang merupakan pekerjaan sehari harinya berantakan diaspal. Warga tak berani dekat untuk menolong. Korban menahan kesakitan terduduk diaspal selama satu jam. Korban terlihat kehausan dan meminta tolong, sempat terlihat berulang kali meminta air dan mengigau mengigatkan akan anak-anaknya.

Ternyata Hanya sedikit yang berani menolong di ruang publik dan berbuat iklas mau peduli disaat kejadian di depan mata, mungkin banyak hal yang diragukan. Mungkin ketakutan menjadi saksi atau mungkin karena sama sekali hilangnya kepedulian kepekaan sesama kita.?

Penulis Anton Tinendung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.